Sabtu, 07 Januari 2017

Review : Film Robocop

Assalamualaikum 

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas fim RoboCop. Siapa yang tidak mengenal film RoboCop. Film fiksi ilmiah tentang polisi setengah robot ini telah memiliki popularitas tersendiri di masanya sejak penayangan perdana pada tahun 1987 silam. Dengan berbasiskan popularitas tersebut, maka tidaklah mengherankan jika nama RoboCop ingin kembali diperkenalkan di era modern saat ini.


Sejak tahun 2005 lalu, kabar mengenai film RoboCop yang hendak dibuat kembali mulai beredar dan nampaknya harus tertunda untuk beberapa tahun lamanya dan baru mulai terdengar kembali kabarnya di penghujung akhir 2012. Setelah penantian yang cukup panjang, akhirnya film RoboCop remake ini pun hadir di layar lebar. Masih mengambil beberapa aspek utama dari film RoboCop di tahun 1987, film RoboCop 2014 ini mengisahkan perkembangan teknologi robot terutama untuk area militer dan polisi di tahun 2028 yang diprakarsai oleh organisasi OmniCorp. Hampir seluruh dunia telah menggunakan robot dari OmniCorp kecuali Amerika Serikat yang masih memiliki Undang-Undang penolakan robot di dalam negeri. CEO OmniCorp, Raymond Sellars, pun mencari ide untuk bisa membuat sebuah produk robot kemiliteran yang bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan menamai proyek ini sebagai proyek RoboCop. 

Terkadang seru, terkadang membosankan. Kedua hal tersebut lah yang terbesit di benak ketika menonton film RoboCop ini. Harus diakui, perkembangan karakter dari Alex Murphy serta orang-orang yang berada di sekitarnya ditunjukkan dengan cukup baik oleh para artisnya, walau memang fokus karakter yang ditunjukkan sepanjang film berlangsung ini tidaklah banyak dan lebih kurang memang menyorot tentang perkembangan Alex Murphy yang “hidup” kembali sebagai RoboCop. Hal ini, sayangnya, tidak didukung dengan alur cerita keseluruhan yang prosesnya cepat dan naik turun, sehingga terkadang jadi membosankan dan terlihat klise. Untuk sebuah film fiksi ilmiah dengan aksi sebagai elemennya, film RoboCop remake ini justru tidak terlalu banyak menunjukkan adegan aksi baku hantam yang dilakukan oleh RoboCop dan lebih terarah kepada dialog serta perkembangan cerita. Bagi sebagian penonton yang menantikan akan adegan aksi seru dari film ini, ada baiknya menurunkan sedikit ekspektasi tersebut. Walau begitu, adegan aksi yang hadir dikemas menarik dengan dukungan elemen komputer dan visualisasi yang mendetil.

Robocop
Salah satu perbedaan yang cukup nyata, terutama bagi sebagian dari penonton yang telah mengenal RoboCop versi 1987 adalah perubahan warna RoboCop yang identik dengan silver menjadi warna hitam, belum lagi kendaraannya yang juga berubah menjadi motor. Namun secara keseluruhan, inti cerita dari RoboCop (2014) ini tidaklah berbeda sangat jauh dengan RoboCop (1987), di mana keduanya masih menceritakan tentang asal-muasal terciptanya RoboCop yang merupakan proyek dari OmniCorp. 

RoboCop 2014 ini memang memiliki banyak perubahan dari film terdahulunya, akan tetapi film ini memiliki nilai tambah serta daya tarik tersendiri yang tidak bisa selamanya dibandingkan dengan film versi tahun 1987-nya. Film RoboCop (2014) masih bisa menjadi film yang layak ditonton untuk meluangkan waktu di Weekend kali ini, terutama bagi Anda yang kangen dan ingin bernostalgia dengan tokoh polisi robot yang satu ini.

Yup, dari ulasan diatas kita bisa tahu dampak baik dan buruk adanya robot :
Dampak baiknya robot di film RoboCop adalah Sebuah robot dengan teknologi canggih yang bisa di aplikasikan ke bidang kepolisian dan bidang militer tentu hal itu akan sangat bermanfaat. Namun disisi lain robot juga menimbulkan efek kriminalitas semakin tinggi .


Source :
http://www.jagatreview.com/2014/02/review-film-robocop-2014-hasil-remake-dengan-daya-tarik-sendiri/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar