Sabtu, 07 November 2015

Motivasi Organisasi

Motivasi Organisasi


Definisi Motivasi :

            Istilah motivasi (motivation) berasal dari bahasa latin yakni movere, yang berarti “menggerakkan” (to move). Ada banyak perumusan mengenai motivasi, menurut Mitchell dalam winardi, motivasi mewakili proses-proses psikologika, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan suka rela (volunter) yang diarahkan ketujuan tertentu.
            Cropley, (1985) Motivasi dapat dijelaskan sebagai “tujuan yang ingin dicapai melalui perilaku tertentu”.Sedangkan Wlodkowski (1985) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.Pengertian ini jelas bernafaskan behaviorisme.
            Menurut RA. Supriyono, motivasi adalah kemampuan untuk berbuat sesuatu sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dorongan untuk berbuat sesuatu.Motivasi seseorang di pengaruhi oleh stimuli kekuatan, intrinsic yang ada pada individu yang bersangkutan.Stimuli eksternal mungkin dapat pula mempengaruhi motivasi tetapi motivasi itu sendiri mencerminkan reaksi individu terhadap stimuli tersebut.
            Definisi lain tentang motivasi menurut Gray et-al dalam Winardi menyatakan bahwa motivasi merupakan hasil sejumlah proses, yang bersifat internal atau eksternal bagi seseorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu

Teori Motivasi :

  • Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
         Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pa
         da pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan yaitu:

              
             1. Kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : lapar, haus, istirahat dan
                 sex
             2. Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi
                 juga mental, psikologikal dan intelektual
             3. Kebutuhan akan kasih sayang (love needs)
             4. Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), pada umumnya tercermin dalam
                 berbagai simbol-simbol status; dan
             5. Aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan
                 seseorang mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga
                 berubah menjadi kemampuan nyata.


  •  Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
         Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need
         for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai
         dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi.
         Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers)
         memiliki tiga ciri umum yaitu :

             1. preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat
             2. menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya

                 mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain
             3. menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka,

                 dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.
  • Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG”)
        Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer
        merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu :
        E = Existence (kebutuhan akan eksistensi),
        R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan
        G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)

        Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :
        - Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan
          untuk memuaskannya;
        - Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar

          apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;
        - Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi,

          semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.
        - Pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena

          menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi
          obyektif yang di hadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada
          hal-hal yang mungkin dicapainya.


  •  Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
         Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman
         motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua
         Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau
         “pemeliharaan”.

         - Faktor Motivasional
           
Fakor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrin
           sic (bersumber dalam diri seseorang).Misal : pekerjaan seseorang, keberhasilan
           yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan ora ng
           lain.
        - Faktor Hygiene
          Faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik
          (bersumber dari luar diri), yang turut menentukan perilaku seseorang dalam
          kehidupan seseorang.

  • Teori Keadilan
        Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk
        menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi
        dengan imbalan yang diterima.Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi
        bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi,
        yaitu :
       - Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
       - Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang

         menjadi tanggung jawabnya.
       - Bila itu tidak mungkin, kita menghapus kekecewaan dengan mengundurkan diri

         dari organisasi tsb.
  • Teori Penetapan Tujuan (Goal Setting Theory)
        Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam
        mekanisme motivasional yakni :

        1. tujuan-tujuan mengarahkan perhatian;
        2. tujuan-tujuan mengatur upaya;
        3. tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan
        4. tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan

  •  Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )
         Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation”
         mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “Teori Harapan”. Menurut
         teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang
         dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akanmengarah kepada hasil
         yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu,
         dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan
         berupaya mendapatkannya
  •  Teori Kaitan Imbalan Dengan Prestasi
         Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai
         faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. 

          Faktor internal :persepsi seseorang mengenai diri sendiri, harga diri,
                                   harapan pribadi, kebutuhan, keinginan, kepuasan kerja, dan
                                   prestasi kerja yang dihasilkan.
          Faktor eksternal : jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja dimana seseorang be
                                     rgabung, organisasi tempat bekerja, situasi lingkungan pada
                                     umumnya, sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.

Sumber :

http://arinablogarina.blogspot.co.id/2013/01/motivasi-dalam-organisasi.html

1 komentar:

  1. Kebutuhan fisiologikal hal yang paling sering/harus dipenuhi., tak heran jika didalam sebuah organisasi bisa hancur karena fisiologikal..:)

    by the way, artikelnya kereen.. :D

    BalasHapus