Senin, 09 November 2015

Konflik Organisasi

1. Pengertian Konflik

Konflik berasal dari kata kerja Latin configure, yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik berbanding terbalik dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. Konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.


Ada beberapa pengertian konflik menurut para ahli:

Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977)
konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.

Menurut Gibson, et al (1997: 437)
hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.

Menurut Robbin (1996)
konflik organisasi menurut Robbins (1996) adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh terhadap pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.



Pandangan ini dibagi menjadi 3 bagian menurut Robbin yaitu :

1.Pandangan tradisional
   Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif,
   merugikan, dan harus dihindari. Konflik ini suatu hasil disfungsional akibat komunikasi
   yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan diantara orang-orang dan kegagalan
   manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi para karyawan tersebut.

2.Pandangan kepada hubungan manusia.
   Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai sesuatu peristiwa yang wajar
   terjadi didalam suatu kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang
   tidak dapat dihindari karena didalam kelompok atau organisasi pasti terjadi perbedaan
   pandangan atau pendapat. Oleh karena itu, konflik harus dijadikan sebagai suatu hal
   yang bermanfaat guna mendorong peningkatan kinerja organisasi tersebut.

3.Pandangan interaksionis.
   Pandangan ini menyatakan bahwa mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya
   suatu konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai dan
   serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif dan tidak inovatif. Oleh karena
   itu, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga
   tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat dan kreatif.

Sabtu, 07 November 2015

Motivasi Organisasi

Motivasi Organisasi


Definisi Motivasi :

            Istilah motivasi (motivation) berasal dari bahasa latin yakni movere, yang berarti “menggerakkan” (to move). Ada banyak perumusan mengenai motivasi, menurut Mitchell dalam winardi, motivasi mewakili proses-proses psikologika, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan suka rela (volunter) yang diarahkan ketujuan tertentu.
            Cropley, (1985) Motivasi dapat dijelaskan sebagai “tujuan yang ingin dicapai melalui perilaku tertentu”.Sedangkan Wlodkowski (1985) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.Pengertian ini jelas bernafaskan behaviorisme.
            Menurut RA. Supriyono, motivasi adalah kemampuan untuk berbuat sesuatu sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dorongan untuk berbuat sesuatu.Motivasi seseorang di pengaruhi oleh stimuli kekuatan, intrinsic yang ada pada individu yang bersangkutan.Stimuli eksternal mungkin dapat pula mempengaruhi motivasi tetapi motivasi itu sendiri mencerminkan reaksi individu terhadap stimuli tersebut.
            Definisi lain tentang motivasi menurut Gray et-al dalam Winardi menyatakan bahwa motivasi merupakan hasil sejumlah proses, yang bersifat internal atau eksternal bagi seseorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu

Teori Motivasi :

  • Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
         Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pa
         da pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan yaitu:

              
             1. Kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : lapar, haus, istirahat dan
                 sex
             2. Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi
                 juga mental, psikologikal dan intelektual
             3. Kebutuhan akan kasih sayang (love needs)
             4. Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), pada umumnya tercermin dalam
                 berbagai simbol-simbol status; dan
             5. Aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan
                 seseorang mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga
                 berubah menjadi kemampuan nyata.