Jumat, 13 Maret 2015

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR (KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN)



MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN





oleh
M RIDHWAN KAMIL
16114250
1KA02














UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
2014/2015

Kata Pengantar

           Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penyusun bisa menyusun dan menyajikan Makalah Ilmu Budaya Dasar ini yang berisi tentang keterkaitan manusia dengan kebudayaan. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
           Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah Budaya Sosial Dasar ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
           Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan Makalah Budaya Sosial Dasar ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis. 








Depok, 12 Maret 2015



                                                                                                               Penyusun








Daftar Isi
KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
    1.1. LATAR BELAKANG.......................................................................1
    1.2. RUMUSAN MASALAH.................................................................... 1
    1.3. TUJUAN PENULISAN.................................................................... 1
BAB II : PEMBAHASAN
    2.1. PENGERTIAN SASTRA DAN SENI....................................................... 2
    2.1. HUBUNGAN SASTRA DAN SENI DALAM ILMU BUDAYA DASA ....................... 3
    2.3. PENGERTIAN PROSA, JENIS, DAN KOMPONEN....................................... 4
    2.4. PENGERTIAN PROSA FIKSI, NILAI, DAN CONTOH PROSA .......................... 8
    2.5. PENGERTIAN PUISI, CONTOH, HUBUNGAN DALAM BUDAYA....................... 9
BAB III: PENUTUP
    3.1. KESIMPULAN .......................................................................... 12
    3.2. SARAN.................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 13





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

    Keutuhan manusia sebagai pribadi dapat dimungkinkan melalui pemahaman, penghayatan, dan meresapkan nilai-nilai yang terkandung dalam suatu karya seni rupa sebagai salah satu bagian dari kebudayaan. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dianugerahi pikiran, perasaan dan kemauan secara naluriah memerlukan prantara budaya untuk menyatakan rasa seninya, baik secara aktif dalam kegiatan kreatif, maupun secara pasif dalam kegiatan apresiatif. Dalam kegiatan apresiatif, yaitu mengadakan pendekatan terhadap seni rupa seolah-olah kita memasuki suatu alam rasa yang kasat mata. 

          Seni rupa sebagai karya seni yang nampaknya rupa seolah-olah hanya dapat dihayati dengan indra mata. Maka itu kadang-kadang seni rupa itu lebih disamakan dengan seni visual.
      Masih banyak yang belum dipaparkan secara jelas dan terperinci. Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut maka dalam penyusunan tugas ini, penulis memilih judul “ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Pengertian sastra dan seni ?
1.2.2 Hubungan sastra dan seni dalam ilmu budaya dasar ?
1.2.3 Pengertian Prosa, Jenis Prosa, komponen dalam prosa lama dan baru ?
1.2.4 Pengertian prosa fiksi, nilai yang ada di dalam prosa fiksi, dan contoh prosa ?
1.2.5 Pengertian Puisi, Contoh Puisi, dan hubungan dengan Ilmu Budaya Dasar ?


1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 Mengetahui pengertian sastra dan seni
1.3.2 Mengatahui Hubungan sastra dan seni dalam ilmu budaya dasar
1.2.3 Mengetahui Pengertian Prosa, Jenis Prosa, komponen dalam prosa lama dan
         baru
1.2.4 Mengetahui Pengertian prosa fiksi, nilai yang ada di dalam prosa fiksi, dan
         contoh prosa.
1.2.5 Pengertian Puisi, Contoh Puisi, dan hubungan dengan Ilmu Budaya Dasar





BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengetian Sastra dan Seni

2.1.1 Pengertian Sastra

             Secara etimologis kata sastra berasal dari bahasa sansekerta, dibentuk dari akar kata sas- yang berarti mengarahkan, mengajar dan memberi petunjuk. Akhiran –tra yang berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk..Secara harfiah kata sastra berarti huruf, tulisan atau karangan.

           Kata sastra ini kemudian diberi imbuhan su- (dari bahasa Jawa) yang berarti baik atau indah, yakni baik isinya dan indah bahasanya. Selanjutnya, kata susastra diberi imbuhan gabungan ke-an sehingga menjadi kesusastraan yang berarti nilai hal atau tentang buku-buku yang baik isinya dan indah bahasanya.Selain pengertian istilah atau kata sastra di atas, dapat juga dikemukakan batasan / defenisi dalam berbagai konteks pernyataan yang berbeda satu sama lain.
         Kenyataan ini mengisyaratkan bahwa sastra itu bukan hanya sekedar istilah yang menyebut fenomena yang sederhana dan gampang. Sastra merupakan istilah yang mempunyai arti luas, meliputi sejumlah kegiatan yang berbeda-beda. Kita dapat berbicara secara umum, misalnya berdasarkan aktivitas manusia yang tanpa mempertimbangkan budaya suku maupun bangsa. Sastra dipandang sebagai suatu yang dihasilkan dan dinikmati. Orang-orang tertentu di masyarakat dapat menghasilkan sastra. Sedang orang lain dalam jumlah yang besar menikmati sastra itu dengan cara mendengar atau membacanya.
         Batasan sastra menurut PLATO, adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauhdari dunia ide.ARISTOTELES murid PLATO memberi batasan sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat. 
         Menurut kaum formalisme Rusia, sastra adalah sebagai gubahan bahasayang bermaterikan kata-kata dan bersumber dari imajinasi atau emosi pengarang. Rene Welleck dan Austin Warren, memberi defenisi bahasa dalam tiga hal :1. Segala sesuatu yang tertulis2. Segala sesuatu yang tertulis dan yang menjadi buku terkenal, baik dari segi isi maupun bentuk kesusastraannya

2.1.2 Pengertian Seni
         Dalam bahasa Sanskerta, kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut seniman. 
            Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang.Pemahaman seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa lampau. Dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, ares, dan artista. Ars adalah teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok kelompok itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa. Ars inilah yang  kemudian berkembang menjadi l’arte (Italia), l’art (Perancis), elarte (spanyol) dan art (Inggris), dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembangan sedikit demi sedikit ke arah pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah istilah yang lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan kuat, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang sama (bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan, atau modus, yang juga dapat di kembalikan kepada asal mula pengertian dan kegiatan seni, namun demikian die Kunst lah yang diangkat untuk istilah kegiatan itu). Dari dulu sampai sekarang karya sastra tidak pernah pudar dan mati. Dalam kenyataan karya sastra dapat dipakai untuk mengembangkan wawasan berpikir bangsa. Karya sastra dapat memberikan pencerahan pada masyarakat modern. ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Di satu pihak, melalui karya sastra, masyarakat dapat menyadari masalah-masalah penting dalam diri mereka dan menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab terhadap perubahan diri mereka sendiri. Sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untukberpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya.
         Sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur. Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang. Sastra tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta kasih kita kepada sesama dan kepada sang pencipta. Dengan sastra manusia dapat mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu jauh lebih indah dan mempesona.

2.2. Hubungan Sastra dan Seni dalam Ilmu Budaya Dasar

Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :

    1. Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala
        keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang
        biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .


    2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan
        dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai
        budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .


    3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi 
        kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga
        manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .


2.3 Pengertian Prosa, Jenis Prosa, komponen dalam prosa lama dan baru

2.3.1 Pengertian Prosa


Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.

    
2.3.2 Jenis Prosa

  •  Prosa naratif
  • Prosa deskriptif
  • Prosa eksposisi
  • Prosa argumentatif

2.3.3 Komponen Prosa Lama

    1. Dongeng-dongeng
    2. Hikayat
    3. Sejarah
    4. Epos
    5. Cerita pelipur lara

2.3.4 Komponen Prosa Baru

    1. Cerita pendek
     2. Roman/ novel
     3. Biografi
     4. Kisah
     5. Otobiografi

2.4 Pengertian Prosa Fiksi, Nilai dalam Prosa Fiksi, dan Contoh Prosa    
       
2.4.1 Pengertian Prosa Fiksi

Prosa Fiksi ialah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. Prosa fiksi disebut juga karangan narasi sugestif/imajinatif.

2.4.2 Nilai dalam Prosa Fiksi


Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau lcarya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan pezicataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :


  1. Prosa fiksi memberikan kesenangan 
         Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dan membaca fiksi adalah pembaca
        mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa
        atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk
        mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak
        mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh
        yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk
        mencapai sukses.

    2. Prosa fiksi memberikan informasi

        Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi. Dalam                       novel sexing kita dapat belajan sesuatu yang lebih datipada sejarah atau laporan

        jumalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan
        yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.

   3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
       Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang
       tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

   4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
       Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman – pe
       ngalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempa-
       tan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sa-
       ngat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.


2.4.3 Contoh Prosa
  • Contoh novel :Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.
  • Contoh cerpen :Radio Masyarakat oleh Rosihan Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosim, Wajah yang Bembah oleh Trisno Sumarjo, Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis.
  • Contoh biografi :Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.I Habibie, Ki Hajar Dewantara
2.5 Pengertian Puisi, Contoh Puisi, dan hubungan dengan Ilmu Budaya Dasar

2.5.1 Pengertian Puisi

Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.

2.5.2 Contoh Puisi


KEINDAHAN ALAM
Puisi Cahyaning P.

Bak gelombang jiwa di udara
Laksana sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarunggi samudra
Seperti peri kehilangan cahaya matahari

Meskipun langit menyinari bumi
Mirip bola di senja kelap
Umpama terbang setinggi awan
Bagaikan bintang menghiasi malam
Sinar mentari bagaikan surya.


2.5.3 Hubungan dengan Ilmu Budaya Dasar


      Puisi adalah Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
        Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru
        Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu ‘pemadatan kata’. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut. Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.




BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan

   Keutuhan manusia sebagai pribadi dapat dimungkinkan melalui pemahaman, penghayatan, dan meresapkan nilai-nilai yang terkandung dalam suatu karya seni rupa sebagai salah satu bagian dari kebudayaan. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dianugerahi pikiran, perasaan dan kemauan secara naluriah memerlukan prantara budaya untuk menyatakan rasa seninya, baik secara aktif dalam kegiatan kreatif, maupun secara pasif dalam kegiatan apresiatif.
      Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya. Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.
    Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
       Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
       Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya.

3.2 Saran

       Di era modernisasi sering kali kita melupakan kultur bahasa yang baik sehingga banyak bahasa lama yang berubah bahkan di tinggalkan, kita sebagai generasi penerus harus selalu menjaga dan menggunakan bahasa yang baik dan benar


DAFTAR PUSTAKA

http://smoeland.blogspot.com/2011/10/pengertian-sastra-dan-seni-peranan.html
https://vidyakanshapurnagita.wordpress.com/2014/11/03/makalah-konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam-kesusastraan/
https://glegers.wordpress.com/tag/jenis-prosa/
https://deathneverlost.wordpress.com/2011/11/13/konsep-ilmu-budaya-dasar-dalam-kesusastraan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar